Tidak Sama, Kenali Perbedaan HIV dan AIDS
Sebagian masyarakat mengira HIV dan AIDS itu sama, padahal faktanya keduanya berbeda satu sama lain. Perbedaan HIV dan AIDS ditentukan dari sebab dan efeknya bagi penderita.
Lantas apa perbedaan dari HIV dan AIDS tersebut?
Dilansir dari Pewarta.co.id, ternyata secara pemahaman HIV dan AIDS jelas berbeda. HIV sendiri merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan bahwa virus dalam sel-sel tubuh telah merusak kekebalan imunitas, serta melemahkan sistem kekebalan tubuh. Maka tak heran penderita HIV akan lebih rentan terhadap serangan infeksi dan penyakit sehari-hari.
Sedangkan AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu sejumlah infeksi dan penyakit yang berpotensi mengancam jiwa penderitanya. Hal ini terjadi akibat sistem kekebalan Anda telah rusak parah diakibatkan virus dari HIV.
Seharusnya melalui penjelasan awal di atas bisa untuk memahami perbedaan HIV dan AIDS. Namun untuk lebih jelasnya bisa simak penjelasan berikut ini.
Pada dasarnya AIDS tidak menular. Hal ini perlu diterangkan karena banyak kalangan masih skeptis dan menaruh rasa was-was berlebih terhadap penderitanya.
Namun, justru karena AIDS disebabkan oleh virus dari HIV, maka yang perlu di waspadai seharusnya justru virus HIV itu sendiri. Mengingat saat ini belum ditemukan obat yang terbukti efektif melawan serangan virus HIV.
Kalangan medis sampai saat ini hanya bisa memberikan penanganan dengan melakukan perawatan intensif kepada pengidap HIV. Hal itu guna memastikan pasien dapat hidup dengan normal baik secara fisik maupun psikologis.
Diagnosa yang dilakukan juga dilakukan secara berkala, agar tidak terjadi hal yang lebih fatal. Karena jika terlambat maka potensi penyebaran virus HIV akan lebih cepat berkembang.
Virus HIV biasa ditemukan pada cairan tubuh seseorang yang telah dinyatakan terinfeksi. Cairan yang dimaksud bisa dalam air mani, cairan vagina, bakteri dari dubur, darah, dan ASI.
Dengan beberapa sumber penularan yang telah disebutkan di atas, sekaligus menegaskan jika mitos jika HIV dapat ditularkan melalui air liur, keringat, dan urin adalah tidak benar.
Namun yang pasti, penularan utama HIV lazimnya terjadi karena hubungan seksual seperti anal atau vaginal tanpa mengenakan pelindung (kondom).
Semoga dengan pemahaman tersebut dapat mengedukasi masyarakat yang hingga saat ini masih tabu terhadap perbedaan HIV dan AIDS.
Silakan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat!
Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Multimediatama.com melalui platform Google News.
Dapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya dari Multimediatama.com melalui platform Google News.
.png)
Posting Komentar